Saturday, February 4, 2017

Pertanggung Jawaban, Pelantikan dan Serah Terima OSIS SMP Lab Undiksha



PERTANGGUNG JAWABAN, PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN
PENGURUS OSIS PERIODE 2016 KE 2017 SMP LAB UNDIKSHA SINGARAJA

Pembacaan laporan keuangan OSIS
Kelompok 6 besar OSIS 2017

Pembacaan SK Kepala Sekolah

Pelantikan Pengurus OSIS Periode 2017

Serah terima Jabatan Ketua OSIS

Penanda tanganan pernyataan pengurus besar OSIS baru

Sambutan Ketua OSIS Lama

Sambutan Ketua OSIS Baru

Sambutan Kasek SMP Lab Undiksha

Pemberian ucapan selamat kepada pengurus OSIS baru
SMP Lab Undiksha Sabtu, 04 Februari 2017. Pertanggung jawaban, pelantikan dan serah terima pengurus OSIS SMP Lab Undiksha Singaraja periode 2016 ke 2017 dilaksanakan pada hari Jum’at, 03 Februari 2017 di ruang auditorium Sekolah Lab Undiksha Singaraja dari pukul 10.30 sampai dengan 12.00 Wita. Kegiatan dihadiri oleh seluruh pengurus OSIS lama (periode 2016), pengurus OSIS Baru (periode 2017), perwakilan kelas, guru dan pegawai serta staf pimpinan (Kasek dan Wakasek). Jumlah peserta saat itu kurang lebih 150 orang.
Adapun susunan acara pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.
1.       Pembukaan (doa bersama)
2.       Laporan program kerja/kegiatan OSIS periode 2016
3.       Laporan keuangan OSIS periode 2016
4.       Pembacaan SK Kepala Sekolah
5.       Pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus OSIS periode 2017
6.       Serah terima jabatan
7.       Sambutan-sambutan:
a.       Sambutan ketua OSIS periode 2016
b.      Sambutan ketua OSIS periode 2017
c.       Sambutan Kepala Sekolah
8.       Pemberian tanda piagam penghargaan kepada pengurus OSIS periode 2016
9.       Doa penutup
10.   Pemberian ucapan terima kasih dan selamat kepada pengurus OSIS lama dan baru
11.   Penutup (Makan siang bersama).
Pada acara tersebut Bapak Kepala Sekolah I Made Suantara, S.Pd. memberikan sambutan sebagai berikut. Satu-satunya organisasi yang diijinkan dan dilegalkan oleh pemerintah ada di dalam lingkungan sekolah adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), dan itu dipayungi oleh hukum Permendikbud. Tujuan dibentuknya OSIS adalah memberi wadah untuk berkembangnya potensi peserta didik untuk belajar beroganisasi, potensi kepemimpinan dan mampu mendisiplinkan siswa. Siswa yang duduk sebagai pengurus OSIS adalah siswa-siswa yang telah mengikuti seleksi ketat melalui proses pemilihan OSIS yang melibatkan siswa itu sendiri bersama wali kelas. Pengurus OSIS yang terbentuk diharapkan bisa sebagai lokomotif gerbong kemajuan SMP Lab Undiksha ke depan. Beliau memberi ucapan terima kasih kepada pengurus OSIS lama atas jasa pengabdian dan prestasinya memajukan sekolah dalam waktu setahun. Untuk pengurus OSIS baru diminta bisa mempertahankan prestasi seniornya bahkan bila perlu ditingkatkan prestasinya di tahun mendatang. Beliau menyampaikan tantangan ke depan adalah akan terjadi tingkat persaingan yang semakin ketat diantara jenjang SMP, untuk itu  susunlah program kerja yang inovatif dan realistis, yang mampu mengajak semua siswa agar memiliki budaya disiplin, budaya bersih, budaya malu. Lakukan kegiatan itu mulai dari diri sendiri baru ke orang lain. Penting bagi siswa khususnya pengurus OSIS memiliki semangat tinggi untuk memajukan sekolah dengan selalu rajin belajar.
Diakhir sambutan Bapak Kasek menyampaikan kembali rasa terima kasihnya kepada pengurus OSIS lama atas jasa dan prestasinya. Mengucapkan selamat atas terpilih dan terbentuknya pengurus OSIS baru periode 2017. Sambutan ditutup dengan parama shanti. Salam ceria dari redaksi.

Thursday, January 26, 2017

Perayaan Siwa Latri di Sekolah Lab Undiksha 2017



PERAYAAN SIWA LATRI
SEKOLAH LABORATORIUM UNDIKSHA

Siswa lengang mengikuti perayaan Siwa Latri

Manggala upacara Siwa Latri JM Drs Wyn Darta

Staf pimpinan dan pegawai mengikuti persembahyangan

Prosesi nunas wasupada Ida Betara

Prosesi nunas wasupada Ida Betara oleh siswa

Jro Kelian Pengempon Pura Drs.Md Arnaya beri pencerahan
Sekolah Lab Undiksha (Kamis, 26 Januari 2017), perayaan hari besar Siwa Latri di Sekolah Laboratorium Undiksha untuk tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Perayaannya berupa persembahyangan bersama di pelataran Pura Padmasana Sekolah. Persembahyangan dimulai dari pukul 08.00 s/d 09.00 Wita.
Bertindak sebagai manggala upacara Jro Mangku Drs. I Wayan Darta dibantu Bapak Drs. I Gst Putu Merta. Pada saat itu yang hadir diantaranya, Kepala Sekolah SD, SMP, KTU SMA, beberapa guru dan pegawai. Kelian pengempon pura Bapak Drs. I Made Arnaya dan Koordinator seksi palemahan Bapak I Ketut Juwita, B.Sc. juga hadir. Siswa yang hadir saat itu jumlahnya sedikit. Lebih sedikit dari tahun lalu, hal ini mungkin disebabkan karena perayaan hari Siwa Latri saat ini bertepatan dengan hari libur Pagerwesi dan hari tahun baru Imlek, sehingga anak-anak kebanyakan berlibur di kampung halaman mereka bersama orang tua.
Acara persembahyangan meliputi kegiatan nganteb banten oleh Jro mangku, puja tri sandhya dipandu Bapak Drs I Gst Putu Merta, keramaning sembah, nunas wasupada ida betara, pencerahan/ darmawacana siwa latri dan parama shanti serta  di akhir kegiatan Bapak Ibu guru dan pegawai diajak ngelungsur prasadam.
Yang memberikan darmawacana saat itu adalah Bapak Drs. I Made Arnaya. Pada kesempatan itu beliau mengulas makna dari perayaan siwa latri. Ada tiga prinsip dan hal yang harus diupayakan dalam melaksanakan perayaan siwa latri untuk mendapat berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dalam hal ini Dewa Siwa sebagai manespestasinya, yaitu doa, usaha dan pelayanan. Doa dilakukan dengan bersembahyangan dan japa, mengulang nama-nama Tuhan dengan mantram “OM Nama Siwa ya”. Usaha dengan melakukan “melek/jagra”. Melek disini bukan semata bergadang semalam suntuk melainkan melek disini adalah sadar diri. Penyadaran penuh atas diri sendiri bahwa diri kita ini adalah atma yang bersemayam dalam badan kasar. Maka usaha kita adalah bagaimana cara agar atma ini bisa manunggal dengan paramaatma. Tentu disini kita harus tidak henti-henti melakukan kebaikan. Pelayanan disini maksudnya adalah dengan melakukan kerja yaitu melayani diri sendiri, orang tua dan orang lain. Konsep pelayanan ini menjelaskan bahwa di dalam setiap manusia dan makhluk ada pengejawantahan dari Tuhan dalam bentuk atman. Melayani manusia dan makhluk berarti melakukan pelayanan terhadap Tuhan. Tidak ada buah/pala karma tanpa melakukan kerja. Pahala/buah karma yang manis tentunya adalah karma atau perbuatan baik. Untuk itu mari kita bersama usahakan selalu berbuat baik demi masa depan atma kita sehingga bisa menyatu dengan Sang Pencipta. Kegiatan darmawacana diakhiri dengan parama shanti.

Saturday, January 21, 2017

Odalan Sang Hyang Aji Saraswati Sekolah Lab Undiksha



ODALAN SANG HYANG AJI SARASWATI

SEKOLAH LABORATORIUM UNDIKSHA

Persiapan odalan menata banten di piasan

Banten caru di natar pura padmasana

Pemedek siswa-siswi dan guru berbaur

Pamuput karya Ida Jro Gde Drs. Gd Suwanda, M.Pd.

Ngaturang caru oleh Jro Mangku Drs. I Wyn Darta

Ngubeng caru di natar pura pahrayangan sekolah

Prosesi nunas wasuhpada ida betara

Audiens mendengarkan darmawacana

Jro Mangku Drs. I Wyn Darta ngandep banten piodal

Darmawacana Ketua Yayasan Prof.Dr.Pt Budiadnyana, M.Si.
Sekolah Lab Undiksha Sabtu, 21 Januari 2017. Perayaan hari turunnya ilmu pengetahuan (Piodalan Sang Hyang Aji Saraswati) dirayakan secara sederhana berupa sembahyang bersama di Sekolah Lab Undiksha Singaraja. Perayaan melibatkan semua jenjang di sekolah lab mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA. Kegiatan dipusatkan di Pahrayangan Pura Padmasana Sekolah Lab. Perayaan dihadiri oleh semua stake holder sekolah mulai dari jajaran Yayasan, Direktur, Kepala Sekolah dan Wakil, Guru dan Pegawai serta anak-anak. Yang bertindak sebagai pamuput karya Ida  Jro Gde Drs. Gede Swanda, M.Pd. dibantu oleh Jro Mangku Drs. I Wayan Darta dan guru-guru lainnya. Dudonan acara persembahyangan mulai dari persiapan, mecaru, ngantinin daksina lingga, ngaturang piodalan, sembahyang bersama (puja tri sandya lan kramaning sembah), nunas wasupada ida betara, darmawacana saking Bapak Ketua Yayasan, parama shanti dan ngelungsur prasadam bersama di auditorium. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama 2 jam dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00 Wita.
Yang menarik dari kegiatan di atas adalah manakala Bapak Ketua Yayasan menyampaikan darmawacana dan memberi nasehat kepada para siswa yang hadir saat itu. Bahwa makna dari piodalan Sang Hyang Aji Saraswati tidak semata hanya berupa sembahyang semata, melainkan kita harus lebih mawas lagi bahwa pengetahuan diturunkan oleh sang pencipta (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) bertujuan untuk mengubah nasib diri kita ke arah yang lebih baik. Ini sesuai dengan motto sekolah kita yaitu prawerti ana gata dipa yang berarti bahwa belajar itu untuk masa depan yang lebih cerah/baik. Bukan untuk mengupdate status di facebook. Bukan untuk menyombongkan diri. Bukan untuk melog-melog timpal atau sejenis lainnya. Orang bali dinasehatkan oleh leluhurnya dulu untuk tidak kadi aku, seperti dalam lagu bali sederhana “de ngaden awak bisa”. Pada kesempatan itu Beliau sempat menembangkan lagu de ngaden awak bisa, yang kurang lebih isinya sebagai berikut.
De ngaden awak bisa...
Depang anake ngadanin...
Gaginane buka nyampat...
Anak sai tumbuh luhuu...
Hilang luhu ebuk katah...
Yening ririh... nu liu peplajahan...
Setelah Ketua Yayasan selesai menembangkan lagu di atas sontak seluruh audiens bertepuk tangan. Menyatakan salut dan kagum atas nasehat yang disampaikan. Akhir darmawacana ditutup dengan parama shanti.